(Kombi#4) Meraba Indonesia, buku yang “sesuatu bangeeet…”

Alhamdulillah yaaa…
Sabtu kemarin tanggal 10 September 2011 OBI berkesempatan jumpa dengan mas Ahmad Yunus, salah satu biker yang mengadakan ekspedisi gila Zamrud Khatulistiwa bersama eyang Farid Gaban. Keduanya adalah jurnalis yang mempunyai nyali melebihi rata-rata (mendekati gila). Bagaimana tidak gila? Mereka berkeliling nusantara dengan hanya mengendarai motor biasa, bukan GS bukan pula KLX250, tetapi “hanya” Honda Win 100. (WTF??)
Berawal dari kegelisahan dua sosok manusia yang mempunyai rasa patriotisme tinggi. Mereka gelisah. Apakah benar nusantara tercinta ini benar-benar gemah ripah loh jinawi seperti kata orang? Mereka gelisah. Benarkah nusantara tercinta ini seindah apa yang dibicarakan orang?

Buku ini, bagaikan membawa kita semua dekat menuju kearifan lokal yang dilupakan orang selama ini. Indonesia bukan hanya Jawa.
Melalui tutur bahasa jurnalis muda yang (menurut penulis pribadi) termasuk aliran emosional deskriptif. Mengingatkan saya kepada buku-buku koleksi saya jaman saya SD seperti Petualangan Lima Sekawan oleh Enid Blyton, hanya ini versi yang lebih dewasa.
Terus terang saya belum selesai membaca seluruh buku ini. Sungguh sayang, di toko buku leksika sebagai tempat sharing kita kemarin, buku ini tidak tersedia (dem…!!!) Untuk memuaskan hasrat saya, buku ini pun saya “klepto” dari Eyang Edo, serius. (maap eyang xixixi…).
Sekelumit cerita yang mengiringi perjalanan ini membuat kita kagum, kecewa, sedih, lucu bahkan marah. Di awal perjalanan, kedua rider kita ini belum-belum sudah terjerumus kedalam komedi situasi yang tidak lucu. Baru berjalan dari arah Monas menuju Merak, mereka baru sadar tiba-tiba mereka mereka sudah berada di jalan tol. Dan mereka dilepaskan begitu saja oleh Bapak Polisi yang baik hati setelah ditanya kemana arah tujuan mereka. “Keliling Nusantara”
Kemudian disalah satu perjalanan berikutnya, mereka sampai di sungai Kapuas yang telah berubah menjadi lapangan bola super luas karena sedimentasi. “Perjalanan yang membosankan”, tutur mas Yunus. Karena sejauh mata memandang di kanan kiri hanya terbentang perkebunan kelapa sawit. Punya kitakah perkebunan tersebut? Anda salah. Itu punya Malaysia. Mereka sangatlah tahu bagaimana “merusak” negeri tercinta ini. FYI, setelah 30 tahun, pohon kelapa sawit akan berhenti berbuah dengan meninggalkan tanah yang telah miskin unsur haranya. Pedulikah mereka dengan bekas perkebunan tersebut? Buku ini memaparkan fakta yang membuat kita kecewa dan marah.
Cerita lain, mengenai kehidupan di Pulau Sebatik penulis belajar patriotisme yang sesungguhnya. Dimana seragam anak sekolah pun tersemat merah putih di dada mereka. Tetapi apa? Pulau sebatik tetap miskin.
Well, buku setebal 370 halaman ini saya kira akan mengajarkan apa itu kearifan lokal yang sesungguhnya. Membuka mata kita akan realita kehidupan nusantara. Lelah rasanya setiap hari mendengar para pemimpin kita bergulat dengan urusan perut mereka sendiri, sedangkan mereka jelas-jelas telah mengingkari Amanat Konstitusi Pasal 28 mengenai hak mandapatkan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Akhir kata, saya berterima kasih kepada mas Yunus dan eyang Farid atas hadirnya buku ini. Betapa sulit dan kerasnya perjalanan mereka berdua. Sulitnya menyusun 10.000 foto, catatan panjang perjalanan dan 70 jam materi video (eduuun…). Semoga buku ini berguna bagi manusia Indonesia yang tulus cinta kepada negeri ini. Benarlah kiranya, kalian berdua telah tersesat ke jalan yang benar.

Sumber : Meraba Indonesia, Ahmad Yunus.

  1. pertamaxxxxxxxxxxxxxx

  2. njilih masssss

      • Bjl
      • September 12th, 2011

      hanya orang bodoh yang meminjamkan bukunya, dan hanya orang yang lebih bodoh yang mengembalikan buku yang dipinjamnya.

  3. Hiiiii….. merinding aku bacanya
    alhamdulillah ya? *benerindaster:mrgreen:

  4. sesuatu banget yahhh

  5. setuju pak bos…..

    • Azdi Scouzie
    • September 12th, 2011
  6. jadi pengen baca,,,,,,,
    kuat beli gak ea,,,,,😦

    • Shark
    • September 13th, 2011

    baca..baca..baca..

  7. Kene njilih tak potokopi…

  8. Kalah GL 200 gue (Tiger 94) sama Win :-bd

    Yang bener bro di buku itu ada 10.000 foto?

      • Bjl
      • September 15th, 2011

      kalo pake GL200 terlalu berat masbro. kan kadang kudu nyebrang sungai pake getek. nyebrang pulau pake perahu tungtung.

      kalo dibuku sih paling cuma sekitar 50-70an foto. tapi include DVD film sepanjang 2 jam lebih.

    • xsal
    • September 15th, 2011

    weww….. inspirasi neeh….. keliling pulau jawa ane blom kesampean….

      • Bjl
      • September 15th, 2011

      kalo mau ngikut, beliau mau ekspedisi kopi keliling sumatra. tujuannya mau review kopi-kopi nusantara.

    • damhar
    • September 19th, 2011

    Bulan ini mesti beli buku ini !!!
    Nang Toga Mas wes onok durung cak?

  9. mantap. mudah-mudahan Indonesia benar-benar gemah ripah loh jinawi boitier électronique voiture. Bukan gemah ripah loh dleweran …. he he

  10. Syahjoti. sesuatu banget ya..:mrgreen:

    • kasamago
    • Februari 13th, 2013

    bru nemu bkunya..
    g sbar buat baca tuntas

      • Bjl
      • Februari 14th, 2013

      hehehe..
      yang ada malah kesel lho lihat indonesia tercinta banyak korengnya

        • kasamago
        • Februari 14th, 2013

        yups, sblmny jg baca ebooknya pandji Nasional Is Me.. miris emang. Negara super duper kaya nan Indah g dikelola bener..

  11. It is not my first time to go to see this web site, i am visiting this website dailly and obtain fastidious facts
    from here all the time.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: