Janc*k! Aku iki calon presidenmu…!

Kejadian ini berlangsung di tahun 1998, pada saat ramai demonstrasi menentang rezim orde baru.

Ilustrasi Gambar Demo

Sebut saja namanya Triyanto, Triyanto seorang  mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di kota buaya. Dia teman satu kost-an di jalan Jojoran gang 3. Dia dikenal sebagai salah satu aktivis kampus. Teringat saat-saat demo menjatuhkan rezim orde baru, Triyanto terlihat sangat bersemangat. Kadang terlihat dia berorasi di hadapan teman-temannya dengan background polisi yang berjejer rapi beserta atribut pengaman lengkap di mulut pintu keluar kampus di jalan Dharmawangsa. Orangnya rapi dan intelek, tidak gondrong. Jas biru selalu dikenakannya saat-saat dia melakukan demonstrasi.

Suatu ketika, senin pagi sekitar pukul setengah tujuh. Triyanto datang dengan baju dan celana sobek, mukanya memar dan kotor.

“Kenapa mas?”, tanyaku.

“Janc*k kabeh! Mereka gak ngerti sopo aku iki!”, katanya sambil masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Aku curiga, jangan-jangan dia dipukuli oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kegiatannya selama ini. Aku teringat, jumat malam dia pamit untuk pulang ke malang. Memang hampir tiap minggu dia pulang ke malang dan kembali setiap senin pagi untuk kuliah. Apa jangan-jangan pada waktu dia pulang kemarin dia sempat diculik oleh pihak tertentu untuk kemudian diintimidasi. Coba kutanya lagi setelah dia tenang.
Read more

Ibu-ibu galak vs kontrol sosial

Jiah…

Pernah juga kejadian pas saya naik KRL, ada ibu-ibu yang menurut saya sudah tua. Dia terlihat lelah terombang-ambing ditengah padatnya penumpang KRL. Waktu itu KRL Commuter Line sekitar pukul 18.00, saya naik dari cawang menuju depok. Ajaibnya, ada mas-mas seumuran duapuluhan dengan santainya duduk di depan ibu-ibu tersebut. Otak iseng saya pun berontak, saya bilang baik-baik pada si mas tersebut untuk memberikan tempat duduknya kepada ibu ini. Tak dinyana, si mas malah membentak saya, “RESE LUH!.”

Laaaah…???

Tak dinyana pula, ternyata orang-orang disekitar saya membela saya sambil menyoraki si mas tadi, “HUUUUUUU…!!!”

Naaah… Dari tadi mereka diam saja. Ternyata butuh action dari seseorang untuk memicu kontrol sosial. Jikalau Sentinel KRL saja sudah tidak ditakuti, maka butuh keberanian kita semua untuk  ini. Masak yang sungkan malah yang negor? Plis deh…

PS. Jikalau ternyata mas Edi Rahmat N sampai kena sanksi dari manajemen KRL karena ibu tersebut, saya tidak tau apalagi yang lebih busuk dari KRL kita

Pertanggungjawaban Dana Baksos ke Pesantren/Panti Asuhan Ulul Ilmi

Bismillahirrahmanirrahiim

Bersama ini saya sampaikan laporan pemakaian dana bakti sosial ke Pondok Pesantren/Panti Asuhan Ulul Ilmi Cibubur. Total penerimaan uang dari donatur sebesar Rp. 8.330.000 dengan rincian sebagai berikut:

Uang tersebut kami belanjakan berbagai barang dengan rincian sebagai berikut:


Read more

Keluhan Wanita Pengguna KRL Loopline

Jakarta, 6 Desember 2011
Yang terhormat,
Pimpinan dan Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Di
Tempat

Adalah merupakan Hak Asasi Manusia, Bahwa setiap orang berhak hidup tentram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin. Bahwa Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan (Undang-undang N0.39/1999 tentang Hak Asasi Manusia).

Ijinkanlah saya atas nama pengguna setia Kereta Api Commuter Line Jakarta (KRL Jabotabek), untuk mengajukan permohonan perlindungan sehubungan dengan ketidaknyamanan yang terjadi dalam satu minggu kebelakang ini. Kebijakan manajemen PT KAI/KCJ untuk memberlakukan metode loop line, dan memangkas beberapa rute Commuter Line (CL) sungguh sangat menyiksa kami. Dengan dalih meningkatkan jumlah penumpang, yang justru berakibat kacaunya seluruh rute perjalanan CL (Bekasi, Bogor, Tangerang, Serpong).

Sebagai contoh: pengguna CL Bekasi adalah yang paling banyak dirugikan. Semula ada 3 rute dari stasiun bekasi (49 perjalanan), yaitu; Bekasi-tanah abang, Bekasi-Kota (lewat Senen) dan Bekasi Kota (lewat Gambir/juanda). Karena kebijakan Loop Line, rute dipangkas menjadi 37 perjalanan HANYA: Bekasi-Kota (lewat gambir/Juanda). Sehingga penumpang dengan tujuan Tanah Abang dan Senen harus transit di Manggarai. Untuk selanjutnya menumpang CL dari Bogor yang sudah penuh sesak oleh penumpang bogor/Depok).

Kondisi ini sangat menyulitkan, pada saat peak hour. Terutama bagi kaum wanita (khususnya wanita hamil, membawa balita) dan lansia. Kondisi Stasiun Manggarai sepertinya tidak disiapkan untuk Metode loop-line ini. Karena jarak peron dengan pintu kereta sangat tinggi (tangga tidak disediakan), sehingga kami harus loncat dan naik dengan susah payah untuk berganti kereta api. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh Ibu Hamil, ibu membawa Balita apalagi Lansia, apalagi dilakukan dalam kondisi kereta penuh, sesak, dan padat dan saling mendorong. Sehingga insiden jatuhnya ibu-ibu, lansia dan anak-anak menjadi hal biasa dalam waktu belakangan ini. Selain itu, jadwal kedatangan dan keberangkatan CL yang memang sudah menjadi ‘lagu lama terlambat terus’, membuat kami harus menunggu lama di stasiun transit, akibatnya terlambat sampai di kantor.

Sangat menyedihkan, dan kami tidak dapat menangkap logika berfikir para pejabat KAI/KJC, bagaimana mungkin di satu sisi menyediakan GERBONG KHUSUS WANITA, sementara di lain sisi MENYIKSA WANITA dengan metode TRANSIT-LOOP LINE.

Seperti kita ketahui bersama bahwa, Kualitas pelayanan publik di Indonesia masih rendah sebagai akibat belum berubahnya paradigma aparat pelayan publik yang masih memposisikan dirinya sebagai birokrat bukan sebagai pelayan masyarakat.  Yang akibatnya hanya menghasilkan pelayanan publik yang buruk dan cenderung untuk timbulnya pelanggaran hak asasi manusia. Bahwa untuk itu, penerapan metode LOOP LINE atau apapun namanya memerlukan kajian yang komprehensif, sebelum dilaksanakan. Bahwa penyusunan kebijakan dibidang apapun, perlu memeperhatikan pendapat rakyat (inklusif).

Untuk itu kami mohon dukungan dan perlindungan Pimpinan Komnas Anti Kekerasan terhadap perempuan, untuk menyuarakan suara hati kami sebagai wanita Warga Negara Indonesia untuk memperoleh apa yang menjadi hak kami.

Hormat Kami,
drg. Yana Yojana, M.A.
Pengguna KRL Commuter Line Jakarta (St. Bekasi – St. Sudirman)
Tinggal di Bekasi

Selamat Jalan Bro Shark

Gak nyangka secepat ini kami berpisah dengan bro Muhammad Iskhak (Shark). Sobat hiu inilah yang mengumpulkan hampir semua blogger dan komentator di ranah blog otomotif. Semoga sobat hiu mendapatkan tempat di sisi Allah SWT, diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan dijauhkan dari siksa kubur. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang berbagi bersama bro shark.

 

No. Nama  Titip Bank
1. Hamba Allah    150.000 BCA
2. Hamba Allah    150.000 BCA
3. Hamba Allah      50.000 BCA
4. Hamba Allah    100.001 BCA
5. Hamba Allah      40.000 BCA
6. Hamba Allah    199.999 BCA
7. Hamba Allah      50.000 Mandiri
8. Hamba Allah      50.000 Mandiri
9. Hamba Allah      25.000 BCA
10. Hamba Allah    150.000 BCA
Saldo    965.000

Selamat jalan mas bro. Al Fatihah.

Arian.

Sementara namaku Arian. Umurku belum genap sebulan.
Beberapa saat diriku lahir, aku sudah ditinggalkan oleh orangtuaku di selokan. Entah beliau malu, atau tidak punya uang untuk membesarkanku.
Sementara aku tinggal di salah satu Puskesmas di daerah Jakarta sampai kapan, entahlah…
Mungkin sebentar lagi aku akan bergabung bersama teman-teman yang senasib denganku di Dinas Sosial. Saat ini aku masih belum mengerti apa arti dunia ini. Dan mungkin nanti setelah aku mengerti, mudah-mudahan aku bisa memanggil seseorang yang kusebut dengan Ayah atau Bunda.

(Kombi#4) Meraba Indonesia, buku yang “sesuatu bangeeet…”

Alhamdulillah yaaa…
Sabtu kemarin tanggal 10 September 2011 OBI berkesempatan jumpa dengan mas Ahmad Yunus, salah satu biker yang mengadakan ekspedisi gila Zamrud Khatulistiwa bersama eyang Farid Gaban. Keduanya adalah jurnalis yang mempunyai nyali melebihi rata-rata (mendekati gila). Bagaimana tidak gila? Mereka berkeliling nusantara dengan hanya mengendarai motor biasa, bukan GS bukan pula KLX250, tetapi “hanya” Honda Win 100. (WTF??)
Berawal dari kegelisahan dua sosok manusia yang mempunyai rasa patriotisme tinggi. Mereka gelisah. Apakah benar nusantara tercinta ini benar-benar gemah ripah loh jinawi seperti kata orang? Mereka gelisah. Benarkah nusantara tercinta ini seindah apa yang dibicarakan orang?
Read more

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 195 pengikut lainnya.