Ibu-ibu galak vs kontrol sosial
Jiah…
Pernah juga kejadian pas saya naik KRL, ada ibu-ibu yang menurut saya sudah tua. Dia terlihat lelah terombang-ambing ditengah padatnya penumpang KRL. Waktu itu KRL Commuter Line sekitar pukul 18.00, saya naik dari cawang menuju depok. Ajaibnya, ada mas-mas seumuran duapuluhan dengan santainya duduk di depan ibu-ibu tersebut. Otak iseng saya pun berontak, saya bilang baik-baik pada si mas tersebut untuk memberikan tempat duduknya kepada ibu ini. Tak dinyana, si mas malah membentak saya, “RESE LUH!.”
Laaaah…???
Tak dinyana pula, ternyata orang-orang disekitar saya membela saya sambil menyoraki si mas tadi, “HUUUUUUU…!!!”
Naaah… Dari tadi mereka diam saja. Ternyata butuh action dari seseorang untuk memicu kontrol sosial. Jikalau Sentinel KRL saja sudah tidak ditakuti, maka butuh keberanian kita semua untuk ini. Masak yang sungkan malah yang negor? Plis deh…
PS. Jikalau ternyata mas Edi Rahmat N sampai kena sanksi dari manajemen KRL karena ibu tersebut, saya tidak tau apalagi yang lebih busuk dari KRL kita


